Semarang, 20 Maret 2025 – Warga RT 1 RW 4 Pakintelan, Gunungpati, Semarang, menggelar kegiatan pudunan pada malam ke-21 Ramadan dengan penuh

kebersamaan dan kekhidmatan. Acara yang berlangsung pada Kamis malam ini dihadiri oleh sekitar 48 warga, baik bapak-bapak maupun ibu-ibu.
Pudunan adalah tradisi masyarakat Jawa yang biasanya dilakukan pada malam-malam ganjil setelah malam ke-21 Ramadan. Tradisi ini berisi doa bersama, tahlilan, serta makan bersama sebagai bentuk rasa syukur dan kebersamaan menjelang akhir Ramadan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari persiapan menyambut malam-malam lailatul qadar yang penuh berkah.
Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari Ketua RT yang diwakili oleh Bapak Samsul. Setelah itu, warga bersama-sama melantunkan tahlil, mendoakan para leluhur dan memohon keberkahan di sisa Ramadan. Suasana keakraban semakin terasa saat acara diakhiri dengan sesi makan bersama, di mana berbagai hidangan sederhana disajikan sebagai bentuk kebersamaan.
Menariknya, dalam kegiatan ini, warga dengan suka rela membawa sodaqoh berupa makanan, minuman, maupun uang tunai sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan. Sodaqoh yang terkumpul kemudian dimanfaatkan untuk mendukung jalannya acara dan dinikmati bersama, memperkuat rasa persaudaraan di lingkungan RT 1 RW 4.
Acara ini menjadi momentum bagi warga untuk mempererat tali silaturahmi serta menjaga tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun. Dengan terselenggaranya pudunan, warga berharap bisa semakin memperkuat kebersamaan dan mendapatkan keberkahan di bulan suci ini.
Reporter: Adi Baror